Categories

Flickr Photogallery

Subscribe Newsletter

subscribe with FeedBurner

Jurnalis Harus Mengetahui Betul Tentang Tata Bahasa Sebelum Menulis

  • March 14, 2021 at 7:33 am
Jurnalis Harus Mengetahui Betul Tentang Tata Bahasa Sebelum Menulis

Pembantaian banyak orang Palestina yang tidak bersenjata oleh angkatan Israel tidak cuma mengakibatkan keluhan, yang masuk ide, tetapi pula pendapat hal pemakaian bahasa oleh reporter yang memberi tahu insiden ini.

Bayoumi menarik atensi kita pada salah satu kedudukan terutama dari jurnalistik modern: melukiskan kekerasan politik dalam perkata.

Berita jeleknya untuk para reporter merupakan kalau tidak terdapat bentuk adil. Bila perkata yang reporter maanfaatkan terdengar adil, mungkin besar reporter menjauh menaruh tanggung jawab kepada pembantaian, ataupun sudah menyiratkan terdapatnya tanggung jawab dengan cara tidak langsung. Dengan cara linguistik, banyak metode buat melaksanakan ini.

Suara Aturan Bahasa

Salah satu bentuk aturan bahasa yang populer merupakan perkataan adem ayem. Bentuk ini amat populer, tetapi kerap disalahpahami. Ilustrasinya, Bayoumi mempersoalkan cuitan dari New York Times yang memaknakan pembantaian pengunjuk rasa Palestina

Bayoumi, semacam banyak kritikus di Twitter, membuktikan ketidaksukaannya kepada reportase itu dengan alasan kalau dengan perkata itu pelakon kekerasan jadi tidak nampak. Lukisan yang menemani informasi itu, yang membuktikan banyak orang Palestina serta bukannya angkatan Israel, mendengungkan opsi ini.

Bayoumi salah mengatakan bentuk itu perkataan adem ayem. Tipe perkataan adem ayem hendak nampak semacam ini:

Puluhan orang Palestina sudah dibunuh dalam keluhan sedangkan AS mempersiapkan awal Kedutaan Besar mereka di Yerusalem.

Perkataan adem ayem menaruh subjek dari sebutan di dini. Lebih khusus lagi, perkataan adem ayem membuat subjek dari tutur kegiatan jadi poin dari klausa itu. Kita memakainya buat berikan titik berat lebih kepada orang ataupun barang yang terdampak dari suatu kelakuan.

Sebab perkataan adem ayem menaruh orang ataupun barang yang hadapi suatu aksi saat sebelum tutur kegiatan, pengarang mempunyai opsi buat mengatakan ataupun tidak mengatakan agen dari kelakuan. Perkataan adem ayem membiarkan kita buat tidak melibatkan agen pelakon: dalam ilustrasi aku di atas, banyak orang Palestina dibunuh, tetapi siapa ataupun apa yang menewaskan mereka tidak dituturkan.

Kita pasti bisa menaruh agen pelakon dalam klausa, semacam yang didorong oleh banyak orang melalui Twitter. Pada contoh- contoh ini, “angkatan Israel” serta “angkatan bersenjata Israel” dikenal selaku pelakon.

Aktif, Adem Ayem, Serta Suara Tengah

Kepala karangan dari postingan New York Times sesungguhnya mengenali pelakon serta memakai perkataan aktif: Israel Menewaskan Puluhan di Pinggiran Gaza sedangkan Kedutaan Besar AS Dibuka di Yerusalem. Perkataan aktif merupakan bentuk yang menaruh agen pelakon kelakuan selaku poin dari klausa.

Perkataan aktif serta adem ayem serupa dalam perihal berarti ini: Mereka memaknakan kelakuan selaku perihal yang mengaitkan 2 kontestan: satu yang melaksanakan kelakuan, serta kontestan yang lain yang terdampak kelakuan itu. Kelakuan sejenis ini diucap “transitif”.

Cuitan New York Times “Orang Palestina sudah berpulang” melukiskan pembantaian orang Palestina oleh angkatan Israel memakai “suara tengah” ataupun bentuk “intransitif”.

Dengan melukiskan kekerasan dengan metode ini, The New York Times menawarkan pada para pembacanya satu serta cuma satu kontestan: orang Palestina, yang berpulang tanpa rujukan pada pemicu apa juga.

Menaruh Tanggung Jawab Kepada Suatu Yang Bukan Manusia

Satu metode lain buat menunjukkan pelakon merupakan dengan menaruh tanggung jawab kepada entitas non- manusia. CBS news, ilustrasinya, membagikan kepala karangan buat pembantaian buntut angkatan Israel kepada orang Palestina selaku selanjutnya: Tembakan Israel pada keluhan terkini di pinggiran menewaskan 4 orang Palestina

Bukannya menaruh tanggung jawab pada orang, reporter menaruh tanggung jawab pada “Tembakan Israel”. Dengan cara aturan bahasa, kelakuan “menembak” diganti jadi tutur barang serta ditempatkan dalam kedudukan agen dalam aturan bahasa.

Perihal ini membagikan dampak mengutip ganti tanggung jawab dari orang, yang melenyapkan terdapatnya hasrat dari orang. Butuh dicatat pula kalau CBS menaruh deskripsi agensi dengan cara tidak langsung ini dengan lukisan yang membuktikan orang Palestina selaku agen kekerasan.